|
Ditengah kelangkaan energi dan harga pangan yang semakin meningkat diperlukan upaya penghematan di berbagai sektor. Pemerintah Kota Bandung sebagai langkah antisipasi telah membentuk tim efisiensi anggaran dan keuangan yang bertugas melakukan pengendalian dan pemantauan dalam penghematan belanja di setiap Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD), termasuk penggunaan sumber daya listrik dan telepon.
Hal ini dinyatakan oleh Pelaksana harian Wali Kota Bandung, Dr. H. Edi Siswadi, M.Si usai memimpin Apel besar konsolidasi jajaran birokrasi di lingkungan Pemkot Bandung terkait masa transisi Pilkada Wali Kota dan Wakil Wali Kota Bandung, di gedung Badan Penanaman Modal dan Pelayanan Perijinan Terpadu (BPMPPT), Jalan Cianjur Bandung pada hari Senin 23 Juni 2008.
Penghematan dilakukan pada semua sektor pengeluaran, termasuk penggunaan telepon listrik, air penggunaan anggaran. Selain dilakukan Tim yang telah di SK-kan, setiap unit kerja harus melaksanakan tugas pengawasan dan pemantauan langkah penghematan. Target efisiensinya diatas 10 % sampai 15 % bahkan mencapai level 20 %.
Di lingkungan perkantoran pemkot, selain telah dilakukan pengaturan penggunaan energi listrik, siang dan malam hari, termasuk penggunaan telepon dinas oleh karyawan untuk kepentingan pribadi, akan dipasang pula telepen koin. Penghematan juga akan dilakukan dengan mengurangi perjalanan dinas yang tidak terlalu penting termasuk studi banding, penghematan anggaran dengan menunda pembelian barang-barang yang tidak terlalu penting.
Merespon program hemat energi, khususnya penggunaan BBM, dikatakan Plh Wali Kota, rencananya kedepan, kerjasama dengan Kapolwiltabes, di Kota Bandung dalam 1 bulan, sekali ada ruas-ruas jalan bebas kendaraan umum. Komitmen-komitmen ini menurutnya harus dicoba, direalisasikan karena masyarakat tidak butuh wacana tapi butuh bukti dan keteladanan, dimulai dari unsur pimpinan pemerintahan.
(www.bandung.go.id) Last update : 01-07-2008 11:14
|
|
|